Tips Mencari Modal Usaha Di Bank Syariah

Ada banyak orang yang memiliki keinginan untuk memulai bisnis, seperti makanan, pakaian, minuman, dan transportasi. Karena Anda dapat secara fleksibel mengontrol waktu dan uang Anda dengan berusaha. Juga, Anda menjadi bos atau bos Anda sendiri. Kemudian, jika Anda mendapat untung besar, Anda bisa mengembangkan potensi yang lebih baik.

Pekerja kantoran membicarakan keuntungan memulai bisnis ini. Apakah Anda tertarik juga? Namun bagaimana jika ternyata Anda tidak memiliki dana usaha yang cukup dan ingin memulai usaha? Sebagian besar mengatakan mereka akan meminjam dari kerabat, dan beberapa mengatakan mereka akan meminjam dari bank.

Pinjaman dari kerabat juga dimungkinkan. Namun perlu diingat bahwa mereka juga bisa mendapat masalah dan membutuhkan uang untuk bertahan hidup. Bagaimana dengan meminjam dari bank? Ada yang mengatakan bahwa meminjam uang dari bank berisiko.

Selain bank tradisional, ada juga bank syariah di Indonesia. Jika Anda takut meminjam uang dari bank yang sudah ada, Anda bisa mencari di bank syariah. Bank syariah adalah bank yang melakukan perbankan dengan prinsip syariah. Pendirian bank syariah ini sebenarnya merupakan respon terhadap larangan membayar bunga dalam ajaran Islam.

Sementara bank tradisional menerapkan sistem bunga pinjaman, bank syariah tidak mengenakan bunga pinjaman, tetapi menggunakan sistem perdagangan yang disebut kontrak. Pelunasan pinjaman dilakukan melalui sistem bagi hasil sebagaimana dijelaskan dalam Ekonomi Islam. Ada empat mekanisme dalam sistem bagi hasil: Mudarava, Mujaara, Musaka, dan Musyarakah.

Mudhrabah adalah akad antara pemilik modal dan pengusaha. Semua keuntungan yang direalisasikan dibagi sesuai dengan rasio yang disepakati. Bank Syariah menanggung risiko kerugian penuh, selain kerugian karena salah urus, penyalahgunaan, kelalaian dan penipuan.

Sedangkan muza’ara adalah akad bank syariah dengan peminjam atau pengusaha di bidang pertanian. Sektor Pertanian adalah Sektor Pertanian dan Perkebunan. Nantinya, bank akan menerima sebagian dari hasil panen peminjam.

Berikut adalah musaqah yang mirip dengan muzara tetapi lebih sederhana. Peminjam bertanggung jawab atas pemeliharaan tanaman seperti perawatan dan penyiraman. Peminjam kemudian menerima sebagian dari hasil panen yang diperoleh.

Akhirnya, musyarakah umumnya dikenal sebagai usaha patungan atau sistem kemitraan. Nantinya, keuntungan akan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati di awal kerjasama. Sebaliknya, jika terjadi kerugian, maka dibagi menurut rasio modal sendiri.

Ada berbagai jenis kontrak yang dapat dilakukan bisnis untuk menarik pengusaha baru. Juga, tidak ada sistem yang menarik. Jadi, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk memulai bisnis dengan bantuan keuangan dari bank syariah.

1. Definisi Tugas

Periksa sebelumnya apa yang akan Anda lakukan. Jangan lupa untuk meneliti dan mengejar pengetahuan mendalam tentang bisnis Anda. Keuntungan dan kerugian, produksi, pemasok, pasar, dll.

Baca selengkapnya: Fitur chat baru di Google Maps untuk mempermudah bisnis

2. Perhitungan modal kerja

Setelah Anda memutuskan apa yang akan Anda lakukan, hitung modal usaha yang Anda butuhkan. Adalah baik untuk bersikap realistis pada tahap ini. Ini juga menghitung untung dan rugi, waktu, gaji, dan laba bersih.

3. Temukan bank syariah yang tepat

Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mencari bank syariah yang sesuai. Ada berbagai bank syariah di Indonesia. Pilih bank yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan Anda.

Baca Selengkapnya: Kenali Produk Perbankan Syariah!

4. Isi persyaratan aplikasi pinjaman

Untuk mengajukan pinjaman dari bank mana pun, termasuk bank syariah, persyaratan tertentu harus dipenuhi. Mohon dibaca baik-baik apa saja persyaratannya agar kami dapat memenuhi semua kebutuhan Anda.

5. Bertanya bila tidak mengerti

Jangan lupa untuk mengajukan pertanyaan yang tidak Anda mengerti terminologi atau cara kerja sistem bagi hasil, dan jangan malu-malu. Silakan hubungi layanan pelanggan bank syariah Anda.

Baca lebih lanjut: Istilah perbankan yang perlu Anda ketahui

6. Fokus pada tujuan Anda

Setelah persyaratan terpenuhi, pinjaman akan berhenti dan fokus pada pencapaian tujuan yang ingin dicapai bisnis Anda. Ingat, selalu ada pasang surut dalam bisnis. Terkadang Anda menang dan terkadang Anda kalah. Untuk melakukan ini, siapkan ide-ide mental yang menarik untuk menjalankan bisnis Anda yang akan membantu Anda sukses di masa depan.

(Angga Brata)

You May Also Like

About the Author: keyhar

Leave a Reply

Your email address will not be published.